Murthadha Muthahhari: Filosof dan Pejuang

Selain membaca kitab-kitab rujukan ulama Islam, Muthahhari juga membaca karya-karya kaum komunis, antara lain, penerbitan yang diterbitkan oleh Partai Tudeh, suatu organisasi Marxis dan kekuatan penting di arena politik. Selain itu, Muthahhari juga membaca tulisan-tulisan Taqi Arani, teoritisi utama Partai Tudeh, maupun penerbitan-penerbitan Marxis dalam bahasa Arab yang berasal dari Mesir. Pada mulanya ia mengaku agak sukar memahami teks-teks tersebut, sebab ia belum mengenal terminologi filfafat modern. Dengan terus-menerus berupaya keras— termasuk, dengan menyusun sinopsis buku Elementery Principles of Philosophy karya  Georges Pulitzer— akhirnya ia menguasai seluruh masalah  filsafat materialis. Penguasaan ini menjadikannya penyumbang penting bagi jamaah Thabathaba’i dan kemudian, setelah kepindahannya ke Teheran, seorang pejuang dalam perang ideologis melawan Marxisme dan pemikiran sejenis yang menyerang Islam. Selain itu Muthahhari sebenarnya telah banyak menelaah karya-karya Aristoteles, Will Durant, Sartre, Freud, Betrand Russel, Einstein, Erich Fromm, Alexis Carrell dan pemikir Barat lainnya. Tak mengherankan jika dalam usia 36 tahun, ia sudah mengajar logika, filsafat, dan fiqh di Fakultas Teologia Universitas Teheran.