Tawasul, Tabarruk. Ziarah Kubur Karamah Wali Apakah Termasuk Ajaran Islam

Ada saatnya ketika sekelompok kaum Muslim mengecam praktik-praktik tabarruk, tawassul, istighatsah, ziarah kubur, dan sejenisnya sebagai bid’ah, bahkan syirik. Padahal praktik-praktik seperti itu biasa dilakukan justru oleh mayoritas kaum Muslim di berbagai penjuru dunia Islam. Memang, kecaman-kecaman seperti ini tak pernah benar-benar berhasil menghapuskannya. Meskipun demikian, pandangan kelompok yang biasa dihubung-hubungkan dengan kelompok reformis (pemburu) Islam ini sempat berpengaruh di kalangan sementara kaum Muslim. Akibat mengikuti pandangan seperti ini, Islam tampil sebagai suatu agama yang kering secara emosional, dan dakwahnya bisa menjadi tak efektif di tengah-tengah peradaban umat manusia yang cenderung materialistik di zaman modern ini. Manusia-manusia modern zaman ini, lebih dariĀ  masa-masa lampau, membutuhkan pemahaman keislaman yang sejuk, yang dapat memberikan siraman spiritual bagi kegersangan hidup mereka.

Karena itu, buku ini terasa hadir tepat pada waktunya. Di dalamnya dibuktikan bahwa kecaman-kecaman tersebut sama sekali tak bedasar–langsung bedasar Alquran dan Sunnah Nabi. Lewat ketajaman pena penulisnya, praktik-praktik tersebut ternyata sesuai dengan ajaran Islam, kalau bukannya malah dianjurkan.