Tafsir Holistik: Kajian Seputar Relasi Tuhan dan Alam

 

Kebesaran seseorang dapat dilihat dari, salah satunya, kontribusinya terhadap masyarakat. Semakin besar kontribusi seseorang terhadap masyarakat, maka nama orang tersebut akan terus dikenang. Nama cucu Rasulullah saw, Imam Husain, misalnya, akan terus terpatri di hati masyarakat—muslim maupun
nonmuslim—sebagai sosok yang berani menentang kezaliman sekalipun pedang menjadi pengantar nyawanya. Bagi muslim, kesyahidan beliau di Karbala pada 61 H telah merevolusi pemikiran
umat Islam yang saat itu tercengkeram dalam kekuasaan Dinasti Umayah yang direpresentasikan oleh Yazid, putra Muawiyah. Dari tragedi Asyura, 10 Muharam, ini muncullah Gerakan Mukhtar Tsaqafi, al-Tawwabun, pemberontakan Zaid bin Ali bin Husain, hingga yang paling kontemporer, meletusnya Revolusi Islam Iran tahun 1979. Sementara, bagi nonmuslim, kesyahidan Imam Husain pun menjadi inspirasi perjuangan bangsa tertindas sebagaimana diakui oleh, sebagai contoh, Mahatma Gandhi.

Buku “Tafsir” Holistik: Kajian Seputar Relasi Tuhan, Manusia, dan Alam, yang aslinya Man and Universe, ini merupakan salah satu karya terbaik beliau, menurut kami, selain Keadilan Ilahi. Dalam buku ini, pembaca diajak untuk memahami dulu pandangan-dunia untuk kemudian menghubungkannya dengan sejumlah tema, sejak ketuhanan hingga hari akhir. Bagaimana seseorang memiliki pandangan-dunia, niscaya akan memengaruhi cara berinteraksi dia dengan Tuhan, manusia, dan alam itu sendiri. Syahid Muthahhari mengajak kita untuk, sebelum segalanya, berpikir kritis dalam memilih sebuah pandangan-dunia. Salah pilih terhadap pandangandunia, tentu saja akan berdampak terhadap kebahagiaan dan kesengsaraan kita. Buku ini, yang terdiri dari 39 bahasan dalam tujuh bagian, sengaja kami pilih untuk diterbitkan mengingat relevansinya dengan masyarakat Indonesia. Kami berharap, penerbitan ini bisa memberi kontribusi terhadap perubahan pola pikir masyarakat Indonesia yang sepertinya dijajah (kembali) dengan paradigma keliru terhadap berbagai hal.