Misbah Al-Hidayah: Analisis Kritis atas Hadis-Hadis Kepemimpinan dan Wilayah

Mishbah al-Hidayah atau Misbah al-Hidayah termasuk salah satu buku terbaik dalam mengungkapkan pembuktian keimamahan Amirul Mukminin, Ali bin Abi Thalib as.

Beberapa orang ulama Ahlusunnah berkata, “Hingga sekarang tidak ada buku yang lebih kokoh dan lebih baik dalam menolak keyakinan Ahlusunnah dalam masalah imamah daripada buku Mishbah al-Hidayah.”

“Dalam buku yang berharga ini, terdapat kebenaran al-Quran yang tidak dapat diingkari, dan hadis-hadis Islam yang kokoh yang tidak mungkin ditentang kecuali oleh orang-orang fanatik dan sombong. Kebenaran-kebenaran yang terdapat dalam buku ini bersumber kepada al-Quran dan hadis Nabi saw, yang memancarkan petunjuk dan membawa umat kepada jalan yang lurus dan mendekatkan mereka kepada al-Quran dan keluarga Nabi saw.

Karena keduanya—al-Quran dan itrah Rasul saw— adalah dua pusaka yang ditinggalkan Rasulullah saw, di mana beliau saw bersabda, “Sesungguhnya aku tinggalkan dua pengganti (khalifah) bagimu: yaitu Kitab Allah (al-Quran) dan itrah Ahlulbaitku.”

Kelebihan yang dimiliki buku ini tampak pada hujahnya yang dalam dan berbagai argumentasinya yang kokoh. Kekokohan argumentasi yang dikemukakan mampu menjelaskan kebenaran-kebenaran al-Quran yang selama ini diselewengkan dari maknanya yang jelas. Manakala al-Quran sudah dengan jelas menetapkan keimamahan Ahlulbait Nabi saw maka tidak lagi diperlukan pembahasan Imamah melalui ilmu kalam; semisal untuk membuktikan keutamaan Imam Ali as dari sisi keilmuan, kemaksuman, keberanian dan lainnya. Karena keimamahannya telah ditetapkan al-Quran dan sunah Nabi saw yang mutawatir.