Pelajaran Mantiq: Perkenalan Dasar-Dasar Logika Muslim

 

Walaupun menurut pandangan masyhur bahwa ilmu Mantiq adalah adopsi dari Yunani Kuno dan para ilmuan mengambil langkah dalam membangun kaidah-kaidah berpikir sebagai sebuah disiplin ilmu yang layak untuk diapresiasi.
Dengan ini, para filsuf dan para ilmuan di masa Islam juga ikut memberikan peran yang sangat besar dalam mengembangkan dan menyempurnakan ilmu ini. Para ilmuan seperti Abu Nashr Farabi, Ibnu Sina, Sahlan Sawi, Khajeh Thusi dan Quthbuddin Shirozi memiliki peran yang sangat besar dalam penyempurnaan dan perkembangan ilmu Mantiq. Alhasil, semenjak masuknya ilmu ini ke dalam ranah keilmuan kaum muslimin, selalu mendapat perhatian dan sambutan dari para ilmuan dan para pemikir Islam.
Buku ini pada dasarnya adalah metode baru dalam mengkaji ilmu Mantiq. Maksud dari metode di sini adalah menyuguhkan koleksi sistematis dari doktrin-doktrin logis; dimana keseluruhan pembahasan satu bagian merupakan pendahuluan bagi pemahaman bagian berikutnya.
Di antara kelebihan isi pembahasan buku ini adalah:
Tidak membahas poin-poin yang tidak memiliki peran secara langsung dalam menjaga pikiran manusia dari kesalahan.
Menyuguhkan poin-poin mantiq dalam bentuk sistem cabang pohon, sehingga secara alami akan menghasilkan suguhan dasar-dasar doktrin-doktrin dan perkembangan pengajaran buku ini.
Sistem yang aplikatif dalam ilmu mantiq dengan tanpa memutuskan budaya dari karya-karya ulama dan tokoh-tokoh terdahulu dalam studi ilmu ini.