Paradigma Holistik: Dialog Filsafat, Sains, dan Kehidupan Menurut Shadra dan Whitehead

 

Dialog filsafat dengan sains dan (pelbagai aspek) kehidupan dunia semakin urgen dikembangkan mengingat kian menganganya ketimpangan antara wilayah pemikiran filsafat dengan sains dan dinamika praksis kehidupan. Perkembangan sains mutakhir yang sedemikian pesat, tanpa menafikan pelbagai manfaatnya, justru makin menyulitkan manusia untuk memahami dan memaknainya. Begitu pula, perkembangan global dengan segenap kompleksitas dan problem yang diciptakannya menuntut visi, dan paradigma yang lebih mampu memahami kesemuanya itu sebagai bersifat kompleks, saling tergantung, dan saling mempengaruhi.

Buku ini menawarkan alternatif paradigma holistik, sebagai ganti paradigma Cartesian-Newtonian yang telah mendominasi filsafat, sains, dan teknologi selama lebih dari tiga abad. Dirumuskan berdasar filsafat proses Alfred North Whitehead dan filsafat wujud Mulla Shadra, inilah alternatif yang mementingkan relasi ketimbang penonjolan identitas diri, proses ketimbang struktur, sintesis ketimbang keterpilahan dan gradasi ketimbang dikotomi.

Husain Heriyanto adalah Master Filsafat Universitas Indonesia. Saat ini ia mengajar di Universitas Indonesia, Universitas Paramadina, dan Sekolah Tinggi Madina Ilmu. Selain itu, dia adalah anggota Dewan Redaksi Seri Filsafat Islam Mizan, nara sumber Program Siaran Kajian Filsafat di Radio KIS 107, 1FM, dan penulis di pelbagai jurnal ilmiah dan media nasional.