Al-Quran 100% Asli: Sunni-Syiah Satu Kitab Suci

Berawal dari Perang Shiffin Muawiyah bin Abi Sufyan versus Ali bin Abi Thalib Islam pecah menjadi tiga golongan yaitu, golongan Muawiyah (pendukung Muawiyah), golongan Syi’ah (pendukung Ali bin Abi Thalib) dan golongan Khawarij (bukan pendukung Muawiyah dan bukan pendukung Ali). Golongan Syi’ah pendukung Ali ini dalam hal al-Quran fanatik terhadap al-Quran dokumen pribadinya Abdullah bin Mas’ud yang isinya syarat dengan penafsiran-penafsiran berpihak kepada Ali dan Ahlulbait, juga bercampur baur dengan Hadis Qudsi dan doa-doa. Itu sebabnya ketika “Penulisan Pemurnian Al-Quran” pada masa Khalifah Utsman bin Affan ra al-Quran ini disepakati secara ijma’ shabah untuk dimusnahkan, termasuk dokumen pribadinya Ubay bin Ka’ab dan Ummul Mukminin, Aisyah.

Pada saat itu seluruh umat Islam termasuk golongan Syi’ah setuju bahwa al-Quran umat Islam itu satu, seperti yang ada sekarang ini dari dulu sampai saat ini semua sama tidak ada perbedaan antara Syi’ah dan Sunni. Akan tetapi karena ada kepentingan politik dari pihak nonmuslim untuk memecah belah umat Islam agar umat Islam tidak menjadi satu kekuatan, maka dokumen-dokumen mushaf pribadi yang sudah dimusnahkan dihembuskan melalui kelompok Sunni yang dikenal dengan “Hasyawiah” sekarang “Salafiyun” dan kelompok Syi’ah “Akhbariyun”. Tujuannya hanyalah untuk memecah belah umat Islam. Oleh karena itu, saya berharap agar umat Islam tidak mudah diadu domba, tidak mudah diprovokasi, saya anjurkan agar banyak baca buku sejarah.

Buku yang ditulis oleh Dr. H. A. Muhaimin Zen, MA dengan judul Al-Quran 100% Asli: SunniSyi’ah Satu Kitab Suci ini diambil dari disertasinya yang berjudul “Tahrif Al-Qur’an Dalam Pandangan Syi’ah Dan Sunni (Suatu Kajian Perbandingan)”.

Ini saya berharap pembaca dapat menarik benang Pustaka Syiah Al-Quran 100% antara Sunni dan Syi’ah karena hasil penelitiannya mendapat dukungan dari kalangan akademisi dan para pemikir intelektual. Mudah-mudahan buku ini menjadi amal saleh bagi penulis dan pembacanya, Amin.