Tobat: Buaian Sang Pengasih

Manusia, dengan seluruh kompleksitasnya, mungkin tak bisa terbebas dari dosa. Kalaupun ada, mereka itu adalah manusia-manusia pilihan seperti para nabi, rasul, dan wali. Pada merekalah disematkan stempel kemaksuman. Sisanya, hampir selalu jatuh dalam perbuatan dosa dan maksiat. Orang-orang seperti itulah yang dicap sebagai orang-orang mesum. Dan, perbuatan dosa muncul dari kemesuman (baca: kekotoran) pikiran. Jika terlanjur berbuat dosa, harus bagaimana? Apakah tobat tetap diterima jika perbuatan dosa terus dilakukan, sengaja atau tidak sengaja? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang akan ditemukan jawabanya oleh pembaca. Dalam buku ini kita akan diantarkan oleh penulis, Husain Ansariyan, untuk mengetahui lebih jauh perihal tobat, mencintai kebenaran hari kebangkitan, dan gnostik (irfan). Buku ini merupakan semacam catatan pendek penting dari lebih duapuluh kali pertemuan, yang berisi ajaran-ajaran akhlak dari majelis-majelis Selasa malam tersebut: malam-malam yang membawa kenangan indah dan mengesankan.