Etika Ukhuwah Menurut Islam 2

Manusia sebagaimana mafhum adalah makhluk social. Meski manusia mampu dalam tingkatan tertentu hidup menyendiri seperti Hayy bin Yaqzhan dalam epic Timur ataupun Robinson Crosoe di Barat, ia membutuhkan orang lain di luar dirinya guna memenuhi keperluan-keperluannya, material maupun spiritual. Karena itulah, manusia mengadakan kontak-kontak persahabatan dan persaudaraan orang lain di luar dirinya.
Alan tetapi, tak jarang lantaran perbedaan sudut pandang dalam menyikapi dan mengatasi masalah kehidupan dari semua sisinya jalina persahabatan dan persaudaraan tersebut menjadi retak dan ternodai. Apalagi jika pihak yang berkonflik tersebut lebih mengedepankan perasaan (emosi) ketimbang akal pikiran (rasio). Apalagi pula jika yang dipersoalkan tersebut beraromakan agama yang cenderung membawa pihak yang bertikai pada pemutusan vonis iman-kafir pada sesamanya.
Muhammad Husain Fadhlullah, penulis buku asal Libanon ini, secara konsisten mengusung tema sentral toleransi (tasamuh), persaudaraan, dan persahabatan yang Islami hamper dalam setiap ceramah ataupun tulisannya, termasuk dalam buku ini.