Etika dan seksual antara islam dan barat

Moralitas seks atau etika seksual merupakan bagian integral dari perilaku yang berlaku pada manusia. Yang termasuk etika seksual adalah norma sosial, kebiasaan individu, dan pola-pola perilaku yang terkait secara langsung dengan nsting atau naluri seksual. Insting atau naluri seksual adalah sesuatu yang luar biasa, manifestasinya juga sangat hebat sehingga moral atau etika seksual merupakan etika yang paling penting dari semua etika yang lain.

Dalam sebuah bukunya yang berjudul Our Oriental Heritage, Will Durant menegaskan fakta bahwa hidup menikah dan berumah tangga merupakan kewajiban moral yang sangat penting. Dia katakan bahwa kemampuan alamiah manusia untuk melakukan prokreasi juga memiliki tantangan-tantangan kesulitan, tidak hanya hanya waktu menikah itu sendiri, tetapi juga sebelum dan sesudahnya. Kesulitan ini diperparah karena besarnya intensitas insting seksual manusian dan keengganannya untuk tunduk pada batasan-batasan legal serta moral. Bahkan Insting, tersebut bisa saja menyimpang. Menurut Will Durant, pada akhirnya bisa menyebabkan gangguan pada diri dan kebingungan jika masyarakat tidak mampu memberikan perlindungan yang efektif dan diperlukan.

“Ayatullah Syahid Muthahhari menguraikan seksual dalam kekhasan filosofisnya, seksualitas yang terkait kebutuhan akan jawaban filsafat dan psiklogis tentang cinta manusia kepada diri dan kebenaran. Inilah sebuah kerangka hubungan etika personal dan etika sosial tentang seksualitas dan cinta. ” A.M. Safwan-Madrasah Murthada Muthahhari.