Etika dan pertumbuhan spiritual

Manusia beda dengan binatang. Manusia dituntut untuk hidup sesuai dengan asas perilaku yang disepakati secara umum dan harus tahu tentang apa yang baik dan apa yang buruk serta tentang hak dan kewajiban moral, sedangkan binatang tidak. Jika manusia mampu menjalaninya maka itulah yang disebut manusia etis. Namun jika tidak, maka jangan heran kalau manusia bertingkah seperti binatang. Dan ternyata, fakta membuktikan bahwa dunia ini sudah begitu ramai dengan tingkah-polah binatang berwujud manusia, dengan spiritualisme yang mati, kering dan akhirnya gersang. Mereka tidak memberi kesempatan benih spiritualisme untuk tumbuh dan berkembang, karena yang mereka sirami justru benih-benih hasrat hewanilah yang membunuh spiritualisme dan kemanusiaan.