All for Joomla All for Webmasters
« Return to Previous Page

Tiara Para Pesuluk

Tiara Para Pesuluk



Dia terbaring sakit ketika sang ayah tengah berjuang menegakkan agama kakeknya, Ali bin Abi Thalib, dan sunnah datuknya, Rasulullah saw. Dia hanya mampu berteriak parau ketika menyaksikan kepala sang Ayah terpisah dari jasadnya.
10 Muharam 61 H…
Padang Karbala…
Bak Ya’qub teringat Yusuf, dia masih mengingat kesyahidan sang Ayah di tempat itu, pada tanggal itu, yang mengenaskan sekaligus membernaskan manusia untuk bangkit, berjihad melawan kezaliman. Dengan tangisan, ia melawan rezim hawa nafsu di zamannya. Melaluinya, tangisan bukanlah ekspresi cengeng tetapi senjata paling bertuah. Kepada pecinta dan pengikutnya, ia ajarkan cinta tanpa alang kepalang, bukan dendam kesumat tanpa alasan syariat.
Ia wariskan kepada umat Muhammad gita cinta Ilahi al-Shahifah al-Sajjadiyyah. Ia wasiatkan kepada pecinta Ali bagaimana menghormati hak-hak seluruh eksistensi, dari yang tertinggi hingga yang terendah, dalam Risalat al-Huquq-nya. Ia didik para pejalan ruhani untuk selalu bershalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagai syarat berwilayah kepadanya.
Ia adalah Tiara para pesuluk
Ia adalah Zainal Abidin.
Ia adalah Ali bin Husain Al-Sajjad…


Pilih Buku

icon-indonesia
icon-inggris
icon-arab
icon-parsia

  • Lihat Buku

    Lihat Buku

    Silakan login / registrasi untuk melihat buku. Terimakasih.

  • Info Buku

    Info Buku

    Penulis

    Kamal Seyed

    Penerjemah

    Syafrudin Mbojo

    Bahasa

    Indonesia

    Penerbit

    Nur Al-Huda

    Halaman

    294