All for Joomla All for Webmasters
« Return to Previous Page

Tafsir Doa Kumail A

Tafsir Doa Kumail A



Doa Kumail secara masyhur dinisbatkan kepada Imam Ali as, dan tak seorang pun menyangsikannya. Dibacakannya kepada Kumayl bin Ziyad al-Nakh’i. jika pun Imam Ali as menisbatkan doa ini kepada Nabi Khidir as, penisbatan ini mengandunng dua kemungkinan. Pertama, penisbatan hanya pada kandungan (makna) doa saja, tanpa lafal dan ungkapannya, atau dengan arti, bahwa susunan redaksi berasal dari Imam Ali as.
Kedua, penisbatan secara penuh, atau dengan lafal dan makna secara bersamaan. Bagaimanapun juga, yang pasti, doa ini berasal dari ucapan Imam ali as yang didiktekan kepada Kumayl bin Ziyad. Kapan hal itu terjadi? Sebagaimana Kumayl meriwayatkannya sendiri disebut oleh hadis-hadis yang muktabar. Bahwa suatu saat Kumayl dengan sejumlah sahabatnya duduk bersama Amirul Mukminin as di Masjid Basrah. Di antara mereka ada yang bertanya kepada Imam. “Apa makna firman Allah “Di dalamnya dipisah seluruh perkara yang bijaksana.”
Imam as menjawab, “Malam nisfu Sya’ban, dan demi yang jiwa Ali berada di genggam-Nya, tiada seorang hamba melainkan seluruh perbuatan baik maupun buruknya dipisahkan pada malam nisfu Sya’ban hingga akhir tahun pada malam yang sama di tahun mendatang. Tiada seorang hamba yang menghidupkan malam itu dan berdoa dengan doa Khidzir as, melainkan pasti dikabulkan.”
Saat Imam pulang, pada malamnya Kumayl mengetuk rumahnya. Imam bertanya padanya, “Ada apa wahai Kumayl?” Kumayl menjawab, “Ya Amirul Mukminin, doa Khidzir.” Kemudian beliau berkata, “Wahai Kumayl, duduklah! Bila engkau hafal doa ini, bacalah setiap malam jum’at, atau sekali dalam sebulan, atau setahun sekali, atau sekali seumur hidupmu, engkau akan dicukupkan dan ditolong, diberikan rezeki, dan tiada lepas dari ampunan. Wahai Kumayl, lamanya persahabatan kita membuat aku memenuhi permintaanmu.” Kemudian imam membaca doa tersebut sampai akhir.”
Doa Kumayl adalah doa pertama yang saya kenal sebagai warisan Ahlulbait Nabi Saw. Ternyata setelah itu saya menemukan mazhab Ahlulbait sebagai satu-satunya mazhab dalam Islam yang paling kaya dengan doa. Doa-doa mereka yang panjang terasa pendek, karena kata-katanya dirangkai seperti untaian bunga yang saling bertaut satu sama lain. Bukan hanya sejenis doa. Bukan juga sekadar doa.―K.H. Jalaluddin Rakhmat


Categories: , .
Tags: , , .

Pilih Buku

icon-indonesia
icon-inggris
icon-arab
icon-parsia

  • Lihat Buku

    Lihat Buku

    Silakan login / registrasi untuk melihat buku. Terimakasih.

  • Info Buku

    Info Buku

    Penulis

    Husein Fadhlullah

    Penerjemah

    Muhammad Babul Ulum

    Bahasa

    Indonesia

    Penerbit

    Nur Al-Huda

    Halaman

    204