All for Joomla All for Webmasters
« Return to Previous Page

Menguak Asyuro

Menguak Asyuro



Hari Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram menurut penanggalan Hijriah, dirayakan oleh segenap umat muslim di seluruh dunia dengan cara berbeda-beda sesuai dengan kultur dan pemahaman mereka tentang hari yang bersejarah tersebut.
Akan tetapi yang paling sering dilakukan setiap bulan Muharram tiba, para ibu rumah tangga berburu baskom dan gayung air. Ini dimulai sejak tanggal 1 Muharram dan puncaknya tanggal 10 Muharram. Seluruh supermarket hingga pasar tradisional dipenuhi oleh orang-orang yang membeli dua jenis barang tersebut. Tak mengenal suku apa mereka, agama apa mereka yang semuanya berpendapat bahwa baik katanya membeli baskom atau gayung air pada hari asyura. Apa yang sebenarnya terjadi pada tanggal 10 Muharram itu?. Itulah yang muncul dibenak ketika melihat fenomena ini yang berlangsung sejak dahulu tanpa pernah diketahui awal tradisi ini.
Dari ceramah-ceramah dimesjid yang biasa diperdengarkan mengatakan bahwa 10 Muharram ini merupakan hari yang sangat bersejarah dan sarat dengan makna diantaranya : Pada tanggal 10 Muharram terselamatkannya nabi Musa as dari Firaun, dan pada tanggal 10 Muharram padamnya api raja Namrud yang membakar nabi Ibrahim as. Kalau itu yang terjadi pada tanggal itu, lalu apa hubungannya dengan baskom dan gayung air !.
Ada sedikit fakta sejarah yang terkuak tentang kejadian besar pada tanggal 10 Muharram yaitu terjadinya pembantaian besar-besaran terhadap keluarga Rasulullah di Karbala, Irak. Lebih dari 99 orang keluarga nabi beserta pengikutnya dibantai di tempat itu. Puncaknya ketika cucu Rasulullah, Al Husain Bin Ali yang dalam setiap kesempatan Rasulullah sering mengatakan, bahwa Al Hasan dan Al Husain adalah pemuka pemuda surga dibantai serta di mutilasi ditempat itu lalu kepalanya ditusuk dengan tombak kemudian diarak keliling kota Kufah di Irak hingga ke kota Damaskus atas perintah paduka Yazid Bin Muawiyah. Dan pada hari itu di kota Damaskus yang merupakan pusat pemerintahanIislam, diumumkan bahwa pemberontak dari kalangan Khawarij telah berhasil dikalahkan dan kepalanya sedang dibawa ke Damaskus.
Sayang sungguh sayang, kisah pilu 10 Muharram ini tak pernah diperdengarkan di mesjid-mesjid melalui ceramah, sehingga kita perlu ke toko buku untuk sekedar menguak kisah sejarah 10 Muharram ini. Maka dengan membaca buku ini kita akan menemukan sejarah yang tersembunyi, mari menguak asyura !


Pilih Buku

icon-indonesia
icon-inggris
icon-arab
icon-parsia

  • Lihat Buku

    Lihat Buku

    Silakan login / registrasi untuk melihat buku. Terimakasih.

  • Info Buku

    Info Buku

    Penulis

    Ali Akbar Ghifari

    Penerjemah

    M. Syuaib

    Bahasa

    Indonesia

    Penerbit

    Nur Al-Huda

    Halaman

    78