All for Joomla All for Webmasters
« Return to Previous Page

Kasyiful Ghitha : Pemimpin Persatuan dan Reformasi

Kasyiful Ghitha : Pemimpin Persatuan dan Reformasi



Persatuan adalah sarana untuk mewujudkan sebuah cita-cita dan tujuan. Tanpa persatuan, visi dan misi sebuah organisasi niscaya tidak pernah tercapai. Dalam konteks kaum muslim, persatuan menjadi suatu keniscayaan dalam berbagai tantangan zaman yang berat. Karenanya, gagasan persatuan dari para agamawan, terlepas dari mazhab mereka seyogianya disambut baik oleh umatnya.

Di antara tokoh Islam yang peduli terhadap persatuan muslimin ialah Ayatullah Muhammad Husain Kasyiful Ghitha. Upayanya pun mendapat sambutan ulama Sunni terkemuka, Allamah Syekh Mahmud Syaltut (w. 1963). Semua yang diperjuangkan orang-orang alim ini adalah agar berbagai mazhab, meskipun teologinya berbeda di sana-sini, atas dasar banyaknya kesamaan di antara mazhab-mazhab, membentuk barisan (front) bersama untuk menghadapi musuh-musuh berbahaya Islam. Orang-orang alim ini tak pernah, dengan mengatasnamakan persatuan Islam, mengusulkan ketunggalan religius yang tidak praktis.

Buku ini menceritakan kontribusi tokoh Taqrib, Ayatullah Kasyiful Ghitha, pada Dunia Islam. Sebagaimana tokoh Taqrib lainnya, Musa Shadr dan Borujerdi, ia melancarkan kritik keras pada negawa adikuasa di zamannya. Ini mengajarkan kepada kita agar semestinya tidak bertekuk lutut pada kezaliman negara adikuasa. Baginya, senjata untuk melawan itu adalah dengan persatuan sesama muslim.


Pilih Buku

icon-indonesia
icon-inggris
icon-arab
icon-parsia

  • Lihat Buku

    Lihat Buku

    Silakan login / registrasi untuk melihat buku. Terimakasih.

  • Info Buku

    Info Buku

    Penulis

    Muhammad Jasim Saidi

    Penerjemah

    Musa Muzauwir

    Bahasa

    Indonesia

    Penerbit

    Nur Al-Huda

    Halaman

    274