All for Joomla All for Webmasters
« Return to Previous Page

Akhlak Keluarga Nabi

Akhlak Keluarga Nabi



“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak,” demikian Rasulullah saw mengatakan. Akhlak yang diajarkan Nabi adalah akhlak yang membimbing manusia tentang bagaimana cara hidup, dan tentang bagaimana cara untuk mati. Nabi sendiri adalah contoh hidup dari apa yang diajarkannya itu.
Ketika Nabi wafat, maka ketidakhadiran beliau, secara wajar, telah menyebabkan banyak orang mengalami dis-orientasi, kekacauan segera muncul, pertentangan dan perbedaan pendapat marak laksana api memakan semak-semak. Dalam hiruk-pikuk kehidupan yang penuh distorsi itu, akhlak kemudian dipalingkan, dari wujudnya sebagai ajaran untuk hidup menjadi metode yang mengajarkan bagaimana seseorang harus mati. Prrinsip-prinsip akhlak, pada gilirannya, lantas berputar pada zuhud, kepasrahan diri secara total, dan konsep-konsep sejenis yang menyebabkan kaum Muslim terjebak pada keasyikan ketersendirian sufistik.
Dalam situasi seperti itulah Ahlulbait (Keluarga Nabi) memainkan pranan penting mereka sebagai pelanjut tugas Nabi. Mereka menjadi pelita penunjuk jalan bagi umat yang bergerak menempuh perjalanan amat panjang, yang tidak jarang amat gelap dan melelahkan.
Kini, kita pengaruh kehidupan sekular dan materalistik kembali melanda dunia, maka hadiahnya teladan Ahlulbait merupakan faktor penting dalam pembentukan karakter seorang Muslim. Musa Jawad Subaiti, lewat bukunya yang sederhana namun komprehensif ini, memaparkan dengan gambling akhlak yang dicontohkan Ahlulbait, yang mereka warisi dari Rasulullah saw.


Pilih Buku

icon-indonesia
icon-inggris
icon-arab
icon-parsia

  • Lihat Buku

    Lihat Buku

    Silakan login / registrasi untuk melihat buku. Terimakasih.

  • Info Buku

    Info Buku

    Penulis

    Musa Jawad Subaiti

    Penerjemah

    Afif Muhammad

    Bahasa

    Indonesia

    Penerbit

    Penerbit Lentera

    Halaman

    172