All for Joomla All for Webmasters
« Return to Previous Page

Agama dan Politik

Agama dan Politik



Agama yang dihadirkan melalui pewahyuan, menurut sebagian kalangan, tidak hanya mengatur cara mandi dan berwudhu, tapi mengatur seluruh aspek kehidupan. Benarkah?
Ia diturunkan oleh Tuhan agar manusia tidak bersitegang memaksakan pendapat terhadap sesama dalam mengatur. Mungkinkah?
Ia diwahyukan melalui al-Quran dan Sunnah agar terselenggara sebuah sistem kehidupan yang sejajar dan sama-rata. Faktanya?
Lalu, bagaimana merumuskan sebuah konsep politik dari sumber-sumber agama yang, pada kenyataannya, selalu terbuka bagi ragam penafsiran dan persepsi? Tidakkah kesimpangsiuran penafsiran ini malah membuka konflik yang bisa-bisa bertentangan dengan tujuan diwahyukannya agama, yang diklaim sebagai agama politik? Masih relevankah klaim bahwa agama adalah sistem politik dalam bermasyarakat yang majemuk dan modern? Bukankah mem-politik-kan agama berarti menodainya? Bagaimana para pendukung ‘agama politik’ menjawab keragu-raguan kaum sekular?


Pilih Buku

icon-indonesia
icon-inggris
icon-arab
icon-parsia

  • Lihat Buku

    Lihat Buku

    Silakan login / registrasi untuk melihat buku. Terimakasih.

  • Info Buku

    Info Buku

    Bahasa

    Indonesia

    Penerbit

    Nur Al-Huda

    Halaman

    222